Dipublish pada 2026-08-06 22:48:43
Majalengka – Menjelang pelaksanaan Jambore Ranting (Jamran) 2026 yang akan berlangsung pada 14–16 Agustus 2026, para santri Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami terus mematangkan berbagai persiapan dengan penuh semangat dan kesungguhan. Berbagai latihan dilaksanakan secara rutin sebagai bentuk ikhtiar untuk memberikan penampilan terbaik sekaligus membawa nama baik pesantren dalam ajang kepramukaan tersebut.
Jamran merupakan salah satu kegiatan kepramukaan yang tidak hanya menguji keterampilan teknis, tetapi juga melatih kedisiplinan, kepemimpinan, kerja sama tim, kreativitas, serta ketahanan mental para peserta. Oleh karena itu, para santri yang terpilih sebagai delegasi pesantren menjalani latihan secara intensif pada setiap cabang perlombaan yang akan diikuti.
Latihan PBB Menjadi Fokus Utama
Salah satu perlombaan yang tengah dipersiapkan adalah Peraturan Baris-Berbaris (PBB). Tim PBB terdiri dari santri kelas 2 dan 3 SMP yang berlatih dengan penuh disiplin untuk menghasilkan gerakan yang kompak, tegas, dan seragam.
Adapun peserta PBB yang mewakili Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri adalah:
Banat:
Banin:
Setiap hari mereka berlatih menyempurnakan gerakan, kekompakan barisan, hingga ketepatan aba-aba yang menjadi penilaian utama dalam perlombaan.
Persiapan Pionering dan Keterampilan Kepramukaan
Pada cabang Pionering, para peserta juga menunjukkan keseriusan dalam mempelajari teknik simpul, ikatan, dan konstruksi yang menjadi bagian penting dalam dunia kepramukaan.
Peserta Pionering terdiri dari:
Banat:
Banin:
Selain itu, latihan keterampilan sandi dan komunikasi kepramukaan juga terus dilakukan.
Untuk cabang Morse, peserta yang dipersiapkan adalah:
Sedangkan cabang Semaphore diikuti oleh:
Latihan dilakukan secara berulang agar peserta mampu mengirim dan menerima pesan dengan cepat, tepat, dan akurat.
Cabang Paduan Suara (Padus) juga menjadi salah satu perlombaan yang dipersiapkan dengan serius. Tim padus terdiri dari:
Mereka berlatih menyelaraskan suara, menjaga harmonisasi, serta membangun kekompakan dalam setiap lagu yang akan dibawakan.
Sementara itu, untuk cabang Pengembaraan, seluruh anggota Pasukan Khusus turut dipersiapkan untuk menghadapi berbagai tantangan lapangan yang membutuhkan ketahanan fisik, kemampuan navigasi, dan kerja sama tim.
Melatih Kekompakan Melalui Tata Laksana Regu dan Menu Regu
Selain perlombaan individu dan kelompok, seluruh anggota regu juga mempersiapkan diri untuk cabang Tata Laksana Regu dan Menu Regu.
Dalam perlombaan ini, peserta dituntut untuk menunjukkan kemampuan bekerja sama, pembagian tugas yang baik, kedisiplinan, serta keterampilan mengelola kebutuhan regu selama kegiatan berlangsung.
Melalui latihan-latihan tersebut, para santri belajar bahwa keberhasilan tidak hanya ditentukan oleh kemampuan individu, tetapi juga oleh kekompakan dan sinergi dalam tim.
Membawa Semangat Nurul Fajri di Ajang Jamran
Di balik teriknya matahari dan padatnya jadwal latihan, para santri tetap menunjukkan semangat yang luar biasa. Dengan tekad yang kuat, mereka berusaha memberikan yang terbaik untuk pesantren, sekaligus menjadikan Jamran sebagai sarana belajar, berlatih, dan mengembangkan potensi diri.
Persiapan yang dilakukan bukan semata-mata untuk meraih kemenangan, tetapi juga untuk membentuk karakter santri yang disiplin, tangguh, bertanggung jawab, dan mampu bekerja sama dalam berbagai situasi.
Semoga seluruh peserta diberikan kesehatan, kemudahan, dan hasil terbaik dalam pelaksanaan Jamran 2026, serta mampu menjadi duta Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri yang membawa semangat kepramukaan, persaudaraan, dan prestasi.
Karena setiap prestasi besar selalu diawali oleh latihan yang sungguh-sungguh, kerja sama yang kuat, dan tekad yang tidak pernah menyerah.
Redaksi NufaTv
Be Better Then The Best