Dipublish pada 2026-09-28 21:43:24
Majalengka, Dalam rangka membentuk kepribadian yang berakhlaqul karimah serta mempererat tali persaudaraan antar sesama warga pesantren, Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami menggelar sosialisasi dan pembiasaan program Budaya 5S (Senyum, Salam, Sapa, Sopan, Santun). Langkah ini menjadi wadah edukasi karakter yang membiasakan para santri untuk senantiasa menanamkan nilai-nilai keramahan, rasa saling menghormati, dan etika berkomunikasi dalam interaksi sehari-hari di lingkungan pondok.
Program Budaya 5S ini dirancang sebagai agenda pembentukan etika dasar yang mengintegrasikan ajaran Islam ke dalam tata krama bersosialisasi. Bertempat di area komplek pesantren, mulai dari lingkungan asrama, ruang kelas, hingga fasilitas umum, para santri diajarkan untuk secara aktif menerapkan kelima pilar kebiasaan tersebut baik saat berhadapan dengan pengasuh, dewan guru, tamu, maupun sesama rekan santri.
Melalui pendekatan yang hangat dan penuh keakraban, seluruh santri diajak untuk mengikis sikap acuh tak acuh dan rasa canggung. Mereka didorong untuk mengawali setiap perjumpaan dengan gestur wajah yang ramah, mengucapkan salam yang menentramkan, serta menyapa dengan tutur kata yang santun. Kebiasaan ini perlahan-lahan membentuk atmosfer pesantren yang inklusif, kondusif, dan penuh dengan kepedulian sosial.
Penerapan 5S tidak hanya sekadar formalitas tegur sapa, melainkan sarana efektif untuk mengasah kecerdasan emosional dan kerendahan hati. Keberanian untuk menyapa lebih awal dan meruntuhkan ego personal menjadi pijakan utama dalam melatih kontrol diri para santri. Dengan pembiasaan yang konsisten, sikap hormat dan santun tidak lagi dipandang sebagai kewajiban yang kaku, melainkan telah menyatu menjadi bagian dari kepribadian dan gaya hidup seorang santri.
Dalam proses perjalanannya, para pengasuh dan bagian penggerak bahasa/kedisiplinan tidak hanya berperan sebagai pengawas, tetapi juga memberikan keteladanan nyata di lapangan. Kehadiran para pembina sebagai teladan utama membakar semangat santri untuk saling berlomba-lomba dalam memperlihatkan kerapihan etika serta kesantunan berbuat, sehingga tercipta iklim komunikasi berbasis rasa saling menghargai.
Lebih mendalam, pembiasaan Budaya 5S merupakan pilar penting dalam sistem pendidikan karakter berbasis adab yang diterapkan di lembaga ini. Interaksi positif yang terbangun secara berkala membantu santri mengasah empati, menjaga lisan, serta memupuk jiwa kepemimpinan yang berwibawa namun tetap rendah hati. Program ini juga menjadi tolok ukur bagi pihak pengasuhan dalam memantau perkembangan kematangan emosional dan tingkat kepedulian sosial santri di luar pencapaian akademis.
Melalui gerakan Budaya 5S, Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami terus berkomitmen menyajikan pendidikan yang seimbang antara keunggulan ilmu pengetahuan dan kemuliaan adab. Sebab, kecerdasan intelektual tanpa didampingi oleh etika yang baik akan kehilangan makna kebermanfaatannya di tengah masyarakat kelak.
Dengan kesadaran kolektif yang tinggi, pembiasaan sederhana ini membawa dampak luar biasa: membuktikan bahwa dari senyuman dan kesantunan tutur kata, lahir generasi santri yang santun, berkarakter kuat, serta siap menjadi teladan pembawa kedamaian di masa depan.
Dibuat oleh santri: Shefani santri kelas 4 TMI
Redaksi NufaNews
Be Better Then The Best