+62 857 4752 6576
ponpesnurulfajri.wrgt@gmail.com

Pembinaan dan Penguatan Kepala Sekolah, Pendidik, dan Pengawas Sekolah Model PM & KKA Tahun 2026 Menyapa SMA Nurul Fajri

test

Dipublish pada 2026-08-14 09:48:36

Program Sekolah Model PM & KKA  kembali menegaskan komitmennya dalam mentransformasi wajah pendidikan di tanah air melalui rangkaian pembinaan dan penguatan kapasitas yang menyasar langsung para pilar utama institusi pendidikan, yakni kepala sekolah, pendidik, dan pengawas sekolah. Di tengah dinamika kurikulum yang terus bertumbuh dan tuntutan kompetensi global yang kian mengemuka, kehadiran para fasilitator ahli dari Balai Besar Guru dan Tenaga Kependidikan (BBGTK) Jawa Barat menjadi angin segar sekaligus penanda keseriusan pemerintah dalam mendampingi satuan pendidikan unggulan. Salah satu lokasi yang mendapat kehormatan untuk menjadi bagian dari agenda prestisius ini adalah SMA Nurul Fajri yang berada di bawah naungan Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami, sebuah lembaga yang telah lama dikenal sebagai kawah candradimuka bagi generasi berakhlak dan berilmu.

Sosok yang ditugaskan untuk menggelar pembinaan di lingkungan SMA Nurul Fajri adalah Ibu Toufani Lesmanawati, M.Ed., atau yang lebih akrab disapa oleh rekan-rekan sejawatnya sebagai Bu Fani. Sebagai seorang Widyaiswara ahli sekaligus figur kunci di BBGTK Jawa Barat, nama Bu Fani bukanlah sosok asing dalam dunia pemberdayaan tenaga kependidikan. Pengalaman panjang dan dedikasinya dalam meramu program pengembangan profesionalitas guru menjadikan setiap kunjungannya selalu dinanti sebagai momen berharga untuk menggali ilmu dan strategi baru. Agenda kunjungan dan pembinaan ini pun telah berlangsung pada hari Kamis, 06 Agustus 2026, dimulai tepat pukul 16.00 WIB hingga selesai, yang bertempat di ruang rapat yang representatif, yakni Meeting Room Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri.

Meskipun durasi kunjungan yang direncanakan hanya berlangsung beberapa jam, namun bobot materi dan esensi diskusi yang akan digali diprediksi sangatlah padat dan fundamental. Dalam kesempatan tersebut, Bu Fani berencana untuk mengadakan sesi diskusi interaktif yang mengharuskan kehadiran para pemangku kepentingan utama di lingkungan sekolah, di antaranya adalah Kepala Sekolah, para pengawas sekolah, serta jajaran pendidik yang tergabung dalam program pelatihan PM. Menariknya, dari unsur guru mata pelajaran, diperkirakan akan hadir sekitar 9 hingga 10 orang guru yang mewakili berbagai bidang studi, sehingga diskusi nantinya akan menjadi wadah yang sempurna untuk menyerap aspirasi dari lini terdepan pendidikan, sekaligus menjawab tantangan-tantangan aktual yang dihadapi di ruang kelas.

Kunjungan ini bukanlah sekadar seremoni formal atau kunjungan kerja biasa, melainkan bagian dari upaya strategis untuk memastikan bahwa Sekolah Model di Jawa Barat benar-benar berjalan sesuai dengan koridor mutu yang telah ditetapkan. Dengan hadirnya seorang widyaiswara sekaliber Bu Fani, diharapkan akan terjadi penyegaran wawasan kepemimpinan bagi para kepala sekolah, penguatan kompetensi pedagogik bagi para guru, serta peningkatan sinergitas pengawasan yang berkeadilan. Kegiatan yang berlangsung lancar ini menjadi bukti bahwa kolaborasi antara pembina, pengawas, dan pelaksana di lapangan dapat berjalan harmonis ketika seluruh elemen memiliki visi yang sama, yakni melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kokoh secara moral.

Ke depan, semoga program Sekolah Model Jawa Barat ini tidak hanya berhenti sebagai agenda tahunan, melainkan menjelma menjadi gerakan kolektif yang mengakar dan berkesinambungan. Sebab, perjalanan panjang dalam memajukan kualitas bangsa selalu dimulai dari langkah kecil yang diambil oleh para pendidik di ruang-ruang kelas. Kepercayaan yang diberikan oleh BBGTK Jawa Barat kepada SMA Nurul Fajri adalah amanah besar yang harus dijaga, karena ketika kepala sekolah, guru, dan pengawas bergerak seirama, maka ekosistem pendidikan pun akan bertumbuh subur melahirkan prestasi-prestasi yang membanggakan. Semangat pembinaan ini hendaknya terus menyala, mengingatkan kita semua bahwa di balik setiap generasi emas, selalu ada deretan pendidik tangguh yang tak pernah lelah mengabdi.

 

Redaksi NufaNews 
Be Better Then The Best