+62 857 4752 6576
ponpesnurulfajri.wrgt@gmail.com

الرفع الأكبر (Malam Nisfu Sya‘ban dan Pengangkatan Amal)

test

Dipublish pada 2026-02-09 22:37:22

Oleh : Rizki Hidayat, B.Sc (Alumni)

Bulan Sya‘ban termasuk ke dalam salah satu bulan yang dimuliakan dalam Islam. Hal ini karena berbagai peristiwa mulia yang terjadi di dalamnya, salah satunya adalah pengangkatan amal tahunan. Dalam ajaran Islam, amal perbuatan manusia tidak hanya dicatat, tetapi juga diangkat kepada Allah ﷻ pada waktu-waktu tertentu. Hal ini mengajarkan setiap muslim untuk senantiasa menjaga amal dan keikhlasan.

Pengangkatan amal terjadi setiap hari, sebagaimana sabda Rasulullah ﷺ:

يَتَعَاقَبُونَ فِيكُمْ مَلَائِكَةٌ بِاللَّيْلِ وَمَلَائِكَةٌ بِالنَّهَارِ، وَيَجْتَمِعُونَ فِي صَلَاةِ الْفَجْرِ وَصَلَاةِ الْعَصْرِ
(HR. Bukhari dan Muslim)

Artinya:
“Para malaikat bergantian mengawasi kalian pada malam dan siang hari, dan mereka berkumpul pada shalat Subuh dan shalat Ashar.” 

Dan pada sabdanya lain beliau mengatakan

 يُرْفَعُ إِلَيْهِ عَمَلُ اللَّيْلِ قَبْلَ عَمَلِ النَّهَارِ، وَعَمَلُ النَّهَارِ قَبْلَ عَمَلِ اللَّيْل
Artinya;
Diangkat kepada-Nya amal malam sebelum amal siang, dan amal siang sebelum amal malam

Selain itu, amal perbuatan juga diangkat setiap pekan, yaitu pada hari Senin dan Kamis. Rasulullah ﷺ bersabda:

تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَالْخَمِيسِ، فَأُحِبُّ أَنْ يُعْرَضَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
(HR. Tirmidzi)Artinya:

“Amal-amal diperlihatkan pada hari Senin dan Kamis, dan aku suka ketika amalku diperlihatkan dalam keadaan aku berpuasa.”

Adapun pengangkatan amal tahunan (الرفع الأكبر) terjadi di bulan Sya‘ban. Rasulullah ﷺ bersabda:

ذَلِكَ شَهْرٌ يَغْفُلُ النَّاسُ عَنْهُ بَيْنَ رَجَبٍ وَرَمَضَانَ، وَهُوَ شَهْرٌ تُرْفَعُ فِيهِ الْأَعْمَالُ إِلَى رَبِّ الْعَالَمِينَ، فَأُحِبُّ أَنْ يُرْفَعَ عَمَلِي وَأَنَا صَائِمٌ
(HR. An-Nasa’i)Artinya:“Itulah bulan (Sya‘ban) yang sering dilalaikan manusia, antara Rajab dan Ramadan. Pada bulan itu amal-amal diangkat kepada Rabb semesta alam, dan aku suka amalku diangkat dalam keadaan berpuasa.”

Oleh karena itu, malam Nisfu Sya‘ban menjadi momentum penting untuk memperbanyak taubat, istighfar, dan memperbaiki hubungan dengan sesama, agar amal yang diangkat kepada Allah ﷻ berada dalam keadaan terbaik. Wallāhu a‘lam