+62 857 4752 6576
ponpesnurulfajri.wrgt@gmail.com

Semangat Menjelang Kemah Dakwah Tahun 2026: Santri Ponpes Modern Nurul Fajri Al-islami

test

Dipublish pada 2026-08-28 11:28:02

Majalengka – Suasana penuh semangat dan kegembiraan menyelimuti Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al-Islami. Saat ini, seluruh santri sedang sibuk melakukan berbagai persiapan matang untuk menyambut kegiatan tahunan yang sangat dinantikan, yaitu Kemah Dakwah 2026. 

Kegiatan edukatif ini dijadwalkan berlangsung selama tiga hari, mulai hari Selasa hingga Kamis, tepatnya pada tanggal 8-10 september 2026. Untuk tahun ini, pihak pesantren memilih lokasi yang berbeda dari sebelumnya. Kegiatan luar ruangan ini akan bertempat di Lapangan Desa Trajaya, Kecamatan Palasah, Kabupaten Majalengka. Kemah Dakwah bukan sekadar kegiatan berkemah biasa. Acara ini diselenggarakan sebagai wadah penting untuk melatih mental, membentuk kemandirian,berkeja sama  dan membakar semangat syiar Islam para santri di alam terbuka. Selain itu, momen ini juga menjadi sarana terbaik untuk mempererat tali ukhuwah (persaudaraan) antarsesama santri untuk mencapai tujuan tersebut, para santri akan berkompetisi dalam berbagai perlombaan yang menantang sekaligus mendidik. Berbagai cabang lomba yang telah disiapkan antara lain:  

  • Keterampilan Pramuka: semaphore, sandi Morse, pionering (tali-temali), Pasukan Baris-Berbaris (PBB), dan jelajah medan. 
  •  Pengetahuan dan Dakwah: Tata laksana regu, Cerdas Cermat Pintar (CCP), dan lomba pidato. 
  •  Kreativitas dan Seni: Seni kriya, Pentas Seni (PENSI), tata boga, hingga fashion show. 

Seluruh santri mengikuti persiapan ini dengan perasaan senang dan enjoy. Meski kompetitif, setiap perlombaan dirancang agar memberikan pelajaran berharga yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. 

Lebih dari itu, agenda tahunan ini dirancang sebagai laboratorium mental dan spiritual bagi para santri. Di tengah alam terbuka, mereka akan digembleng untuk melatih kemandirian, mengasah ketahanan fisik, memupuk tanggung jawab, serta membakar semangat syiar Islam ke tengah-tengah masyarakat luas. Di samping itu, momentum hidup bersama di dalam tenda selama beberapa hari ini juga menjadi sarana yang sangat efektif untuk mempererat tali ukhuwah Islamiyah (persaudaraan Islam) dan rasa kekeluargaan antarsesama santri.Untuk mewujudkan tujuan-tujuan besar tersebut, panitia telah merancang rangkaian acara yang padat dan menarik. Salah satu daya tarik utamanya adalah perlombaan antargugus atau antaregu yang akan menguji seluruh aspek kemampuan santri. Saat ini, para santri terlihat sangat kompak membagi tugas dan melakukan latihan rutin setiap sore. 

Mereka mengasah kemampuan dalam berbagai cabang lomba yang mencakup bidang kepramukaan, keagamaan, akademis, hingga kesenian.Kemah dakwah ini juga merincikan perlombaan yang akan memeriahkan panggung Kemah Dakwah 2026: 

  • Kategori Keterampilan Teknis dan Kepramukaan: Santri dituntut menguasai komunikasi jarak jauh dan ketangkasan melalui lomba semaphore dan sandi Morse. Selain itu, ada lomba pionering (keterampilan tali-temali membuat bangunan darurat), Pasukan Baris-Berbaris (PBB) untuk melatih kedisiplinan, serta lomba jelajah alam 
    untuk menguji ketahanan fisik dan kekompakan tim.  
  • Kategori Manajemen dan Kedisiplinan: Terdapat lomba tata laksana regu yang menilai bagaimana cara santri mengelola tenda, kebersihan, dan kerapian organisasi internal regu mereka sendiri. 
  • Kategori Wawasan Kebangsaan dan Keagamaan: Ketajaman berpikir dan kemampuan berbicara di depan umum akan diuji lewat lomba Cerdas Cermat Pintar (CCP) serta lomba pidato atau dakwah. 
  • Kategori Kreativitas, Seni, dan Kemandirian: Untuk menyalurkan bakat estetika, dihadirkan lomba seni kriya (kerajinan tangan), tata boga (memasak makanan sehat dengan peralatan terbatas), hingga fashion show busana muslim. Tidak ketinggalan, malam puncak akan dimeriahkan oleh Pentas Seni (PENSI) di mana setiap regu akan menampilkan pertunjukan terbaik mereka di atas panggung utama. 

Meskipun daftar perlombaan yang harus diikuti sangat banyak dan melelahkan, tidak tampak rasa mengeluh dari wajah-wajah para santri. Sebaliknya, mereka menjalani setiap sesi latihan dengan perasaan senang, gembira, dan sangat menikmati (enjoy) setiap prosesnya. Suasana kompetisi yang sehat justru menambah keakraban di antara mereka. Pesantren selalu menekankan bahwa menang atau kalah bukanlah tujuan utama, melainkan pelajaran hidup, nilai-nilai kemandirian, dan pengalaman berharga dalam keseharian berkemah itulah yang harus diserap dengan baik oleh para santri. 

Saat ini, persiapan logistik seperti tenda, peralatan masak, hingga atribut setiap regu sudah mulai dikemas. Seluruh santriwan-santriwati dan asatidz pondok berharap agar cuaca mendukung dan acara dapat berjalan dengan lancar dari awal hingga akhir nanti. Karena setiap perjuangan yang dilakukan dengan penuh kebersamaan dan keikhlasan pasti akan membuahkan hasil yang manis, dan kebanggaan terbesar bukan hanya terletak pada piala yang diraih, tetapi pada proses belajar dan kebersamaan yang telah dilalui bersama.Dengan ini para santri telah mempersiapkan semua lomba dengan matang-matang agar regu atau kelompok mereka mendapatkan juara yang diinginkan. 

Redaksi NufaNews
Be Better Then The Best
Penulis: Shefani Alfia