Dipublish pada 2026-08-27 22:24:58
Kehidupan di Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami belakangan ini terasa jauh lebih dinamis dan dipenuhi aura kompetisi yang positif. Di samping rutinitas belajar mengajar di dalam kelas dan pengajian kitab kuning yang sarat akan nilai-nilai keilmuan, perhatian seluruh warga pesantren kini tengah tercurah sepenuhnya pada persiapan matang menghadapi ajang bergengsi Lomba Pekan Keterampilan dan Seni Pendidikan Agama Islam (Pentas PAI) tahun 2026.
Kegiatan Lomba Pentas PAI akan dilaksanakan pada Hari Sabtu tanggal 29 Agustus 2026 bertempat di SMP Negeri 3 Majalengka. Kegiatan lomba ini diselenggarakan dengan berbagai cabang perlombaan, di antaranya, Musabaqah Hifzhil Quran (MHQ), Cerdas Cermat Pintar (CCP), Pidato, Poster, Edit Video, Musabaqoh Kaligrafi Quran (MKQ), dan Olimpiade PAI. Ajang perlombaan seperti inilah yang sangat ditunggu-tunggu oleh para santri untuk menunjukkan bakat atau kemampuan yang dimilikinya, selain untuk mengasah kemampuan santri, perlombaan seperti ini akan menjadi pengalaman berharga bagi santri.
Kesadaran akan pentingnya mendelegasikan santri-santri terbaik yang tidak hanya cerdas secara intelektual tetapi juga tangguh secara mental, mendorong pihak pesantren beserta jajaran asatidz untuk merancang program pembinaan intensif yang terstruktur demi target membawa pulang trofi juara di berbagai cabang perlombaan.
Langkah awal persiapan ini dilakukan dengan memanfaatkan fondasi kokoh dari sistem ekstrakurikuler yang selama ini telah berjalan aktif di lingkungan Nurul Fajri. Melalui proses seleksi internal yang ketat, para pembina profesional menyaring para santri potensial dari berbagai cabang ekskul keagamaan dan akademik untuk dikelompokkan ke dalam tim delegasi resmi. Cabang lomba seperti Hifdzil Quran langsung diampu oleh asatidz spesialis tajwid dan fashohah guna menyempurnakan kualitas hafalan serta kefasihan dalam menghafal para santri. Sementara itu, untuk cabang Kaligrafi Islam, para santri pilihan digembleng secara khusus dalam mengasah teknik goresan, keserasian warna, dan estetika khat yang menjadi modal utama dalam mencetak seniman-seniman muslim masa depan.
Tidak kalah krusial, persiapan untuk cabang pidato atau ceramah agama (Pildacil) mendapatkan suntikan porsi latihan yang masif dengan memanfaatkan momentum kegiatan wajib Muhadoroh. Rutinitas latihan pidato tiga bahasa—Arab, Indonesia, dan Inggris—yang biasa digelar setiap hari Sabtu siang dan malam, kini dioptimalkan sebagai panggung simulasi mental bagi para utusan lomba. Di panggung Muhadoroh inilah, kemampuan retorika, penguasaan materi, kedalaman spiritual, serta keberanian berbicara di depan umum para santri diuji dan dievaluasi secara langsung oleh para pembina. Hal ini sejalan dengan visi pesantren untuk melahirkan generasi yang tidak hanya fasih melantunkan ayat suci, tetapi juga cakap dan percaya diri dalam menyiarkan dakwah Islam di era globalisasi.
Antusiasme dan riuh semangat persiapan ini kian memuncak saat memasuki jadwal latihan intensif yang kini digelar setiap hari dari waktu pagi sampai sore.Berbagai sudut pesantren bertransformasi menjadi ruang-ruang kreatif yang penuh dengan keseriusan; mulai dari ruang kelas yang dipenuhi aroma tinta kaligrafi, gedung serba guna yang bergema oleh lantunan hafalan santri,hingga area terbuka tempat para santri melatih teknik presentasi publik mereka. Kerja keras ini diperkuat oleh rasa percaya diri yang tinggi, mengingat rumpun ekstrakurikuler Nurul Fajri—termasuk tim protokoler yang baru saja dinobatkan sebagai ekskul terbaik pada ajang Nufa Awards 2026—telah terbukti memiliki kualitas pembinaan yang matang dan dedikasi yang tanpa batas.
Menatap perhelatan Pentas PAI 2026 yang kian dekat, pihak pondok pesantren menaruh harapan besar agar momentum ini tidak sekadar dipandang sebagai ajang berburu medali atau kegiatan seremonial belaka. Lebih dari itu, keikutsertaan Nurul Fajri dalam kompetisi ini merupakan media dakwah, ruang inklusif untuk menemukan jati diri santri, serta wadah pembentukan karakter yang berdaya saing tinggi sebelum mereka terjun ke tengah masyarakat kelak. Semoga dengan semangat kebersamaan, doa yang terus mengalir, dan kerja keras yang tidak kenal lelah, kafilah santri Nurul Fajri mampu tampil maksimal, menjaga tradisi prestasi, serta mengharumkan nama baik pesantren dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga ke tingkat provinsi.
Redaksi NufaNews
Be Better Then The Best
Penulis: Ninis