Dipublish pada 2026-09-14 20:37:41
Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami resmi membuka rangkaian kegiatan Sanah Niha'i bagi santri akhir dengan menggelar pembukaan Bahtsul Masail pada hari Senin, 14 September 2026. Kegiatan ini berlangsung di ruang kelas Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami dan diikuti oleh seluruh santri akhir atau kelas 6 TMI, para pembimbing, Kepala Divisi TMI, serta Wakil Pimpinan Pondok Pesantren. Bahtsul Masail ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan Niha'i yang dirancang sebagai wadah pembelajaran bagi para santri akhir sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikan di pesantren.
Bahtsul Masail merupakan forum diskusi ilmiah yang membahas berbagai permasalahan fiqih kontemporer dengan merujuk pada kitab-kitab klasik dan pendapat para ulama. Dalam kegiatan ini, santri akhir dibagi menjadi 5 kelompok, di mana masing-masing kelompok mendapatkan tanggung jawab untuk menyelesaikan satu permasalahan yang telah ditentukan. Kelima permasalahan tersebut meliputi:
· حُكْم قَتْلِ الْحَيَوَانِ لِأَجْلِ الصَّيْدِ (hukum membunuh hewan untuk tujuan berburu)
· الزَّوَاجُ بِشُرُوطٍ (pernikahan dengan syarat-syarat tertentu)
· حُكْمُ الِانْتِفَاعِ بِالشَّيْءِ الْمُسْتَعَارِ (hukum memanfaatkan barang pinjaman)
· المُصَافَحَةُ مَعَ الْأَقَارِبِ غَيْرِ الْمَحَارِمِ فِي يَوْمِ الْعِيدِ (hukum berjabat tangan dengan kerabat non-mahram pada hari raya)
· حُكْمُ مُتَابَعَةِ الْإِمَامِ عِنْدَ الزِّيَادَةِ فِي الصَّلَاةِ (hukum mengikuti imam ketika terjadi penambahan dalam sholat)
Pada tahap pembukaan ini, setiap kelompok menerima penjelasan mengenai permasalahan yang harus diselesaikan beserta arahan teknis dari para pembimbing. Selanjutnya, para santri diberikan waktu kurang lebih satu pekan untuk melakukan pendalaman materi, mencari dalil-dalil dari Al-Qur'an, hadits, serta pendapat para ulama dari kitab-kitab mu'tabarah, kemudian merumuskan hasil pembahasan secara berkelompok. Proses pencarian dan perumusan ini menjadi bagian penting dari metode pembelajaran Bahtsul Masail, karena melatih santri untuk berpikir kritis, analitis, dan mampu menyelesaikan permasalahan fiqih dengan landasan keilmuan yang kuat, bukan sekadar mengikuti pendapat tanpa dasar.
Kegiatan pembukaan Bahtsul Masail ini berjalan dengan lancar dan penuh antusiasme dari seluruh peserta. Kehadiran para pembimbing, Kepala Divisi TMI, dan Wakil Pimpinan Pondok Pesantren dalam kegiatan ini menunjukkan betapa pentingnya Bahtsul Masail sebagai bagian dari proses pendidikan di Nurul Fajri. Para pembimbing akan terus mendampingi dan mengarahkan setiap kelompok selama proses perumusan berlangsung, memastikan bahwa hasil yang nantinya dipresentasikan benar-benar sesuai dengan kaidah-kaidah istinbath hukum yang berlaku.
Pembukaan Bahtsul Masail ini menjadi awal dari rangkaian kegiatan Sanah Niha'i yang akan dilaksanakan dalam beberapa waktu ke depan. Kegiatan Niha'i sendiri merupakan agenda tahunan bagi santri akhir sebagai bentuk persiapan sebelum mereka menyelesaikan masa pendidikan dan kembali ke tengah-tengah masyarakat. Puncak dari kegiatan Bahtsul Masail ini adalah presentasi hasil rumusan setiap kelompok yang akan dilaksanakan pada akhir pekan nanti, di mana setiap kelompok akan mempertanggungjawabkan hasil pembahasan mereka di hadapan para pembimbing dan peserta lainnya. Melalui kegiatan ini, diharapkan para santri akhir tidak hanya dibekali dengan ilmu yang cukup, tetapi juga kemampuan untuk mengamalkan dan mengajarkan ilmu tersebut kepada masyarakat luas. Semoga seluruh rangkaian kegiatan Sanah Niha'i berjalan dengan lancar dan memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi para santri, karena setiap perjuangan dalam menuntut ilmu adalah investasi mulia yang kelak akan membuahkan generasi ulama yang berkualitas dan berakhlak mulia.
Redaksi NufaNews
Be Better Then The Best