Dipublish pada 2026-02-18 15:16:19
Weragati - Jum'at, 13 Februari 2026 - Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami kembali menyelenggarakan Language and Art Festival sebagai program tahunan yang wajib dilaksanakan setiap tahun. Kegiatan ini berlangsung selama lebih dari satu pekan dan mencapai puncaknya pada malam 13 Februari 2026 yang digelar secara megah di Gedung Serbaguna pesantren. Festival ini menjadi wadah strategis dalam menumbuhkan serta meningkatkan kompetensi berbahasa asing sekaligus mengembangkan potensi seni santri secara kreatif dan penuh percaya diri. Penguatan Kompetensi Bahasa.
Pada bidang Language, para santri menampilkan kemampuan terbaiknya melalui berbagai perlombaan, di antaranya: Storytelling Bahasa Inggris, Newscaster dan Drama Kabaret Bahasa Arab. Peserta kegiatan merupakan santri kelas 1, 2, 3 dan 4. Sementara itu, kelas 5 bertugas sebagai pengurus kegiatan, dan kelas 6 berperan sebagai audiens apresiatif yang turut menyemarakkan acara. Setiap peserta menunjukkan kemampuan public speaking yang memukau, keberanian tampil di atas panggung, serta penguasaan bahasa asing yang menjadi ciri khas pendidikan pesantren modern.
Pada bidang Art, kreativitas santri semakin terlihat melalui berbagai perlombaan, antara lain: Bernyanyi berbahasa asing, Tari kreasi, Pembuatan miniatur ikon berbagai negara dan Melukis sesuai imajinasi seni masing-masing. Pembuatan miniatur menjadi salah satu daya tarik utama dalam festival ini. Santri menghadirkan ikon-ikon dunia seperti Ka’bah dari Arab Saudi dan Menara Eiffel dari Eiffel Tower, serta berbagai simbol negara lainnya. Proses pengerjaan miniatur dan latihan tari dilakukan selama beberapa hari, sehingga menuntut dedikasi, kerja sama tim, dan manajemen waktu yang baik.
Malam puncak acara menampilkan juara pertama dari setiap cabang lomba yang telah melalui proses seleksi ketat. Penampilan mereka disaksikan dengan penuh antusias oleh seluruh santri dan asatidz. Sambutan Ketua Panitia, acara resmi dibuka oleh Ketua Panitia Language and Art Festival Mu'allim Firdan Khaidar Sukmara, S.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa kegiatan ini memiliki nilai pendidikan yang mendalam.
“Language Art Festival ini bukan sekadar ajang perlombaan, tetapi merupakan wadah untuk mengembangkan potensi santri dalam bidang bahasa dan seni. Bahasa melatih keberanian berbicara dan berpikir global, sementara seni melatih kreativitas, kepekaan rasa, dan ekspresi diri. Ketika keduanya digabungkan, lahirlah generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga kaya akan kreativitas dan akhlak.”
Sebagai bentuk apresiasi, para pemenang menerima medali dan piala atas prestasi yang diraih. Language and Art Festival bukan hanya panggung kompetisi, melainkan ruang pembentukan jati diri. Di atas panggung itulah keberanian diuji, kreativitas diasah, dan rasa percaya diri ditumbuhkan. Setiap cerita yang disampaikan, setiap miniatur yang dibangun, dan setiap tarian yang ditampilkan menjadi bukti bahwa santri tidak hanya dibekali ilmu, tetapi juga dilatih menjadi pribadi yang ekspresif, visioner, dan berwawasan global. Melalui program tahunan ini, Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami terus berkomitmen melahirkan generasi yang unggul dalam bahasa, kuat dalam karakter, serta indah dalam karya.
Redaksi : NUFANEWS
Be Better Then The Best - Nurul Fajri, Kita !