Dipublish pada 2026-03-04 22:09:13
Weragati – Bulan suci Ramadhan di Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami selalu diwarnai dengan kegiatan khas yang dikenal sebagai Balagh Ramadhan atau pasaran. Berbeda dengan kegiatan harian biasanya, Balagh Ramadhan menghadirkan pengajian kitab secara intensif yang terjadwal untuk setiap jenjang kelas, mulai dari kelas 1 hingga kelas 5.
Selama Ramadhan, kegiatan belajar mengajar (KBM) dimulai pukul 08.00 pagi dan hanya berlangsung hingga Dzuhur. Penyesuaian ini dilakukan karena adanya rangkaian Balagh Pasaran yang dimulai sejak setelah Sholat Subuh, dilanjutkan setelah Ashar, serta setelah Sholat Tarawih. Balagh setelah Subuh yang lnngsung dipimpin oleh Ust Robi Adrianto, Lc dan Setelah Ashar diikuti oleh seluruh santri secara menyeluruh. Pada sesi ini, pengajian dipimpin langsung oleh K. H. Abdul Latif, S.Sy.,M.Pd, dengan materi yang bersifat umum dan menyentuh seluruh tingkatan. Sesi ini menjadi momentum penting untuk penyatuan visi, penguatan akhlak, serta pendalaman makna Ramadhan bagi seluruh santri.
Balagh Malam Sesuai Jenjang Kelas. Adapun setelah Sholat Isya dan Tarawih, Balagh Ramadhan dilaksanakan sesuai pembagian kelas dan kitab yang telah dijadwalkan. Berikut pembagian kitab pasaran Ramadhan berdasarkan jenjang:
• Kelas 1: Mengkaji Bidayatul Hidayah
• Kelas 2: Mengkaji Washiyatul Musthofa
• Kelas 3: Mengkaji Safinatun Najah
• Kelas 4: Mengkaji Ta’limul Muta’allim
• Kelas 5: Mengkaji Tafsir Jalalain
Setiap kitab dipandu oleh ustadz dan guru yang telah ditunjuk sesuai bidangnya. Pengajian berlangsung dengan sistem sorogan dan penjelasan mendalam, sehingga santri tidak hanya membaca, tetapi juga memahami kandungan serta hikmah dari setiap pembahasan. Dengan terselenggaranya Balagh Ramadhan yang terstruktur ini, Pondok Pesantren Modern Nurul Fajri Al Islami menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya bulan ibadah secara ritual, tetapi juga bulan peningkatan kualitas ilmu dan pembentukan karakter.
Melalui pasaran kitab yang berbeda di setiap kelas, para santri dibimbing sesuai tingkat pemahaman mereka. Harapannya, setelah Ramadhan usai, para santri tidak hanya meraih pahala puasa, tetapi juga membawa pulang bekal ilmu yang lebih matang dan akhlak yang semakin baik. Balagh Ramadhan menjadi tradisi ilmiah yang terus dijaga, sebagai bentuk komitmen pesantren dalam mencetak generasi yang berilmu, beradab, dan siap mengabdi kepada agama dan masyarakat.
Redaksi : NUFANEWS
Be Better Then The Best - Nurul Fajri, Kita !